Trantibum Kawasan Objek Wisata Kewenangan Satpol PP Pariwisata

Untuk memberikan pelayanan dan keamanan terhadap wisatawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bersama Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pariwisata mengunjungi aset aset pariwisata yang ada di Kota Manado Senin(20/8/2018) dalam menjaga dari segala gangguan.

tim khusus sudah dibekali kemampuan pengawalan, kesamaptaan, dan bahasa Inggris untuk mempermudah berkomunikasi dengan wisatawan asing itu juga berfungsi sebagai guide (pemandu) objek wisata, Dimulai dari Bagian Utara di Kota Manado yakni Tugu Adipura serta beberapa destinasi wisata lain nya,

Pembentukan Polisi Pariwisata ini selain bertujuan untuk semata-mata untuk mendukung pariwisata yang ada di Kota Manado,”Melalui program ini jangan sampai ada kesan bahwa Satpol PP itu berwajah sangar lagi, namun ramah baik pakaiannya, prilakunya, etikanya dalam menghadapi tamu-tamu yang berkunjung ke Kota Manado.”Jadi anggota yang tergabung dalam Satpol PP Pariwisata ini nanti sifatnya bisa melayani, mengarahkan, menjaga, mengawal dan menjaga keamanan dan ketertiban para tamu yang berkunjung ke Manado,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.IP

selain menjaga aset aset pariwisata yang ada di Sulawesi Utara PolPra Singkatan dari Polisi Pariwisata juga akan bertugas pada acara acara tertentu “Sehingga pada event-event tertentu nanti, apabila ada tamu dari pemerintahan, pengusaha, barulah anggota Satpol PP Pariwisata ini diturunkan untuk melayani, mengarahkan, mengawal dan menjaga keamanan dan ketertiban para tamu,” jelasnya.

Disamping menegakkan Perda, Satpol PP juga harus terlibat, bersinergi dan mendukung pariwasata yang ada “Cuma pakaian pariwasata yang kita berikan tidak untuk digunakan setiap hari kerja tapi hanya pada event-event pariwasata saja,” katanya. “Misalnya pada event Ramadhan Fair kelak. Maka untuk mengamankan di sore hari itu dia dibenarkan untuk memakai seragam pariwisata. Tapi itu harus digiring oleh Kasat Pol PP sesuai dengan tugas dan tupoksinya,” tutup xave.

Mor Bastian Jadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera di Iringi DrumBand Satpol PP

Setelah sukses melaksanakan Upacara Detik-Detik Proklamasi pada pagi hari, Pemkot Manado kembali menggelar Upacara Penurunan Bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 pada Jumat (17/8/2018) petang di Lapangan Pohon Kasih Kawasan Mega Mas.

Tepat pukul 17.30 WITA Wakil Walikota Manado Mor Bastian mengambil tempat sebagai Inspektur Upacara (Irup)

Di awali dengan serenade lagu Berkibarlah Benderaku, Bangun Pemuda Pemudi, dan Syukur yang dibawakan dengan apik oleh para pelajar SMPN 1 Manado, upacara dilanjutkan dengan penurunan bendera oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Di iringi kembali oleh Alunan Merdu Oleh drumcorps Anoa Satpol PP Kota Manado hingga sanset akan terbenam.

Sebelum Upacara Penurunan Bendera, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.IP berharap agar anak besutan nya itu bisa lebih meningkatkan kemampuan”Tadi Pagi Hingga Menjelang Malam hari kita berpartispasi dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 73, pada momentum inilah kita sebagai penerus bangsa mendukung program pemerintah yakni kerja kita prestasi bangsa,” jelasnya.

Terlepas dari tugas dan fungsi khusus Satpol PP untuk menegakan peraturan daerah bukan alasan untuk menjadikan perbedaan dalam menuju kemerdekaan “ini adalah kesempatan kita sebagai penerus bangsa Satpol PP tidak hanya menegakan peraturan daerah terlepas identitas kita harus bersatu mendukung program pemerintah melalui partisipasi dalam kegiatan kegiatan”Ujar Xave usai kegiatan upacara penurunan bendera

Upacara penurunan bendera HUT RI kali ini turut diikuti Anggota DPRD Kota Manado, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Manado serta Siswa-Siswi dan Para Guru yang ada di Kota Manado, pejabat teras serta ASN dan THL , tokoh agama, tokoh masyarakat serta kelompok kesenian Sulawesi Utara.

Alunan musik marching band meriahkan HUT 73 RI yang digelar Pemerintah Kota Manado

Upacara memperingati proklamasi kemerdekaan Indonesia ke 73 berjalan dengan khidmat di Kawasan Mega Mas Kota Manado Jum’at (17/8/2018).
Upacara tersebut dihadiri oleh seluruh Pejabat Pemerintahan yang ada di Kota Manado serta tamu undangan lain nya.
Dalam upacara tersebut, Pemerintah Kota Manado menghadirkan drum

band Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado yang mengiringi prosesi upacara.

Dalam Upacara ini, Walikota Manado GS Vicky Lumentut bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Kapten Inf. Jacoob Devi Weenas dari Kodim 1309 Manado sebagai Komandan Upacara serta Ketua DPRD Kota Manado Noortje Van Bone membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

DrumCorps Anoa dibawah naungan langsung oleh G.S Vicky Lumentut tersebut juga mempertontonkan kebolehannya usai upacara kepada para peserta upacara dengan membawakan lagu lagu nasional.

Kita Harus menyatu dengan semangat patriotisme. Semangat berkorban itulah yang dipesankan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado kepada anak besutan nya sebelum mengikuti Upacara Bendera. “Melalui Alunan Lagu Semangat berkorban digelorakan di dada dan menjadi api yang tak pernah padam,”Tutup Xave

Tabur Bunga Ditaman Makam Pahlawan,Xave : Kita Bisa Karna Mereka

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius Audy Runtuwene S.IP ikut Menghadiri Prosesi upacara Ziarah Nasional dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Manado, Kamis (16/8/2018) yang dipimpin oleh DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA.

Upacara yang dihadiri pula Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketua DPRD Manado, Nortje Van Bone, Kapolresta Manado, Kombes Pol FX Surya Kumara, Dandim 1309 Manado Letkol Arif Harianto, Kepala Kejaksaan Negeri Manado, Maryono SH MH dan Ketua Pengadilan Negeri Manado Lukman Bachmid SH MH.

Dalam kesempatan itu, Kasat Pol Pp Kota Manado  ikut serta meletakan karangan bunga di monumen Pahlawan Nasional serta melakukan penghormatan dan mendoakan arwah para pahlawan kusuma bangsa yang dimakamkan di TMP Kairagi Manado.

“Tentunya sebagai penerus bangsa, sudah menjadi kewajiban kita untuk menghormati dan menghargai jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan kusuma bangsa yang telah berjuang dengan tetesan darah dan jiwa raga untuk kemerdekaan Indonesia. Arti Pengorbanan para pahlawan haruslah menjadi pemicu semangat bagi kita bisa karena mereka untuk itu marilah mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan,” Ujar Xave

Ziarah Nasional yang dilaksanakan di TMP Kairagi Manado setiap tanggal 16 Agustus jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, sebagai momentum untuk mengenang kembali jasa-jasa pahlawan Nasional. “saya menyampaikan selamat menyambut Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, kerja kita prestasi bangsa,”tutup Xave

menjelang manado fiesta 2018,Pol Pp bakal Gelar penertiban PSK

Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Manado akan memberantas Para Pekerja Seks Komersial (PSK) khususnya pendatang baru yang mulai banyak bermunculan.

Bahkan jika memang ditemukan adanya indikasi masuknya PSK baru akan langsung dilakukan penertiban terutama di lokasi seputaran pusat kota.

“mulai bertambah banyak nya para PSK dari laporan masyarakat mulai meresahkan, kami akan segera melakukan penertiban sehingga potensi penyakit masyarakat akan mulai berkurang ” ujar Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Xaverius Runtuwene Rabu  (8/8/2018).

Dijelaskannya sejauh ini dari pendatang saat penertiban beberapa waktu yang lalu, mereka yang terjaring pada umumnya masih ber -KTP Manado belum didapati ada “pemain” dari luar.

“Dalam waktu dekat akan segera kami lakukan penertiban,untuk lebih jelasnya kapan kami tidak dapat memberikan informasi yang pasti,jangan nanti kebobolan informasi, dari hasil pemantauan tim intel kami Kebanyakan yang berkeliaran pemain lama dan hanya beberapa yang terlihat pemain baru,” kata Kasat.

Ditambahkanya, kegiatan penertiban nanti akan lebih diintens mengingat kota manado akan diadakan iven iven berskala internasional.

Pol PP Lakukan Pendekatan Persuasif Ke AKR Land

Belum memiliki izin dan beberapa lahan tidak sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) dan tengah bersengketa di Pengadilan, Pemkot Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Melakukan Sosialisasi Melalui pendekatan Persuasif kepada perusahaan pengembang perumahan mewah ternama di Indonesia, AKR Land, di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget Manado Senin (06/08/2018)

Ketegasan Pemkot Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Manado serta Pemerintah Kecamatan Mapanget langsung turun lapangan melihat kondisi terhadap investor nakal yang disinyalir sengaja menabrak aturan yang dilakukan perusahaan pengembang perumahan mewah ternama di Indonesia, AKR Land itu.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkot Manado, Xaverius Runtuwene juga mengatakan pekan lalu juga menegaskan akan segera menyegel beberapa proyek pembangunan perumahan mewah milik AKR Land Development yang terletak di ruas jalan ring road 2 di Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget, Manado. “Melalui Pendekatan Persuasif mungkin akan lebih mudah memperoleh data yang akurat, Saya akan koordinasikan dulu dengan Pihak Terkait antara lain Dinas PM-PTSP, Pak Charles. Kalau sudah, sesuai dengan ketentuan tentunya kita akan turun untuk menghentikannya,” ujar Kasat Pol PP, Xaverius Runtuwene.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Manado, Jimmy Rotinsulu melalui Kepala Bidang Data, Informasi, Pengaduan, Pengawasan dan Regulasi Dinas PM-PTSP Manado, Steven D. Nangoy, SE mengakui sudah mengirimkan surat pemberitahuan penghentian pekerjaan. “Kita sudah mengirimkan surat tanggal 24 Juli 2018 berupa Surat Peringatan Pertama (SP 1) dgn No Surat : 884/D.21/Pemdal – PTSP/VII/2018 ke manajemen PT. Wenang Permai Sentosa untuk pembangunan di Casa De Viola yang belum melengkapi izin. Kita juga sudah mengirimkan Surat Peringatan Pertama (SP 1) dgn No Surat : 342/D.21/PEMDAL-PTSP/III/2018 ke PT. Harmas Sahbat Perkasa untuk menghentikan kegiatan pembangunan di Ametys Emerald Kawanua,”tutup Nangoy.