Pol PP Lakukan Pendekatan Persuasif Ke AKR Land

Belum memiliki izin dan beberapa lahan tidak sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) dan tengah bersengketa di Pengadilan, Pemkot Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Melakukan Sosialisasi Melalui pendekatan Persuasif kepada perusahaan pengembang perumahan mewah ternama di Indonesia, AKR Land, di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget Manado Senin (06/08/2018)

Ketegasan Pemkot Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Manado serta Pemerintah Kecamatan Mapanget langsung turun lapangan melihat kondisi terhadap investor nakal yang disinyalir sengaja menabrak aturan yang dilakukan perusahaan pengembang perumahan mewah ternama di Indonesia, AKR Land itu.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkot Manado, Xaverius Runtuwene juga mengatakan pekan lalu juga menegaskan akan segera menyegel beberapa proyek pembangunan perumahan mewah milik AKR Land Development yang terletak di ruas jalan ring road 2 di Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget, Manado. “Melalui Pendekatan Persuasif mungkin akan lebih mudah memperoleh data yang akurat, Saya akan koordinasikan dulu dengan Pihak Terkait antara lain Dinas PM-PTSP, Pak Charles. Kalau sudah, sesuai dengan ketentuan tentunya kita akan turun untuk menghentikannya,” ujar Kasat Pol PP, Xaverius Runtuwene.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Manado, Jimmy Rotinsulu melalui Kepala Bidang Data, Informasi, Pengaduan, Pengawasan dan Regulasi Dinas PM-PTSP Manado, Steven D. Nangoy, SE mengakui sudah mengirimkan surat pemberitahuan penghentian pekerjaan. “Kita sudah mengirimkan surat tanggal 24 Juli 2018 berupa Surat Peringatan Pertama (SP 1) dgn No Surat : 884/D.21/Pemdal – PTSP/VII/2018 ke manajemen PT. Wenang Permai Sentosa untuk pembangunan di Casa De Viola yang belum melengkapi izin. Kita juga sudah mengirimkan Surat Peringatan Pertama (SP 1) dgn No Surat : 342/D.21/PEMDAL-PTSP/III/2018 ke PT. Harmas Sahbat Perkasa untuk menghentikan kegiatan pembangunan di Ametys Emerald Kawanua,”tutup Nangoy.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *