Puluhan Pelanggar Perda Tak Ikut Sidang, Xave : Silahkan sisanya ke Pengadilan

Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dipimpin oleh hakim Hj.Halima N. S.H M.H dengan Panitera Idrus Pawewang SH menggelar 34 perkara pelanggaran Perda Sampah dan trantib.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Perda Sampah dan Trantib yang rutin digencar oleh Pemerintah Kota Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado kembali digelar Senin (12/11) diwilayah Kecamatan Singkil Pagi Hari Sekitar 07.00 Hingga 14.00 Wita.

 

Kepala Bagian Hukum Setda kota Manado Yanti Putri SH, MH yang memimpin operasi bersama tim gabungan dari Pol pp dan TNI-POLRI, dari 34 orang yang terbukti melanggar, “ Dari hasil operasi tangkap tangan yang digelar hari ini, pelanggaran perda sampah paling sedikit, artinya kesadaran dan kepedulian masyarakat dengan lingkungan yang bersih sehat sudah semakin baik”ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.I.P berharap untuk masyarakat tidak menggunakan fasilitas umum (trotoar) sebagai tempat dagangan dan untuk tempat hewan peliharaan lebih diperhatikan, “Walaupun tadi sempat terjadi sedikit gesekan karna ada beberapa masyarakat berkeberatan tidak adanya informasi terlebih dahulu,namun sosialisasi sebelum kegiatan jauh hari kami sudah berikan”ujar Xave

Selaku Pemerintah melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado selalu menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar mentaati peraturan jam buang sampah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, dan untuk warga memperhatikan tempat penataan ternak di tiap tiap lingkungan. “Hanya sekitar 10 warga saja yang mengikuti sidang dilokasi, Sisanya kami berharap untuk masyarakat langsung berhubungan dengan pihak pengadilan untuk mengikuti Tindak Pidana Ringan”Tambahnya.

Sementara itu Camat Singkil Mursid Pangalima SSTP menuturkan, Pemerintah Kecamatan rutin menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan mulai dari lingkungan keluarga masing masing.

“paling banyak ditemui dalam sidang tipiring yang digelar hari ini ialah para pelanggar yang berjualan ditrotoar dan ternak yang berkeliaran, masih kurang nya rasa ingin tahu masyarakat tentang peraturan daerah juga bisa jadi penyebab kurang nya pemahaman, saya berharap untuk lebih intensif lagi berkoordinasi antara satu dengan yang lain nya” tutupnya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *