Pol PP Manado Tertibkan bangunan tanpa izin dipusat kota

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado kembali memberhentikan bangunan Senin (18/2) sekitar pukul 08.30 Pagi di seputar kawasan pasar 45.

Kegiatan yang dipimpinoleh kepala seksi penindakan Herry A Ratu SE itu langsung bergerak dan menindaklanjuti laporan oleh pihak pemerintah kota manado melalui group akun manado cerdas. “kami sudah melakukan pemberhentian pekerjaan bangunan sementara, dengan nama pemilik berinisial SG alias Ganggong”ujar Hery

Lebih lanjut kepala seksi penindakan itu menambahkan bahwa kegiatan pembangunan boleh dilanjutkan jika pihak pengelola mampu menunjukan surat keterangan mendirikan bangunan dan penjualan “dari keterangan yang di peroleh bahwa pihak pengelola Fandy UD belum mengurus ijin dan dapat melanjutkan kegiatan pembangunan jika pihak nya mampu memperlihatkan bukti keterangan pengurusan”tutupnya.

Panwaslu gandeng Pol-PP Manado amankan atribut Caleg

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Manado,  dan Satpol PP Kota Manado menertibkan sejumlah atribut kampanye partai politik dan calon anggota legislatif peserta Pemilu 2019 yang dipasang di Angkutan Umum Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 Wita.

Ketua Divisi Pengawasan, Humas dan Humbal (Hubungan antar Lembaga) Bawaslu Kota Manado, Taufik Bilfaqih, mengatakan penertiban atribut Kampanye Pemilu 2019 melaksanakan penertiban yang telah melanggar ketentuan berlaku

“Penertiban Branding Kampanye Caleg pada Angkot didasarkan pada PKPU nomor 23 tahun 2018 yang Perubahan ke PKPU nomor 33 tahun 2018 tentang Kampanye,  Peraturan Bawaslu RI nomor 28 tahun 2018 tentang Kampanye, dan instruksi Bawaslu RI nomor 1990 tahun 2018 point 8,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.Ip mengamankan puluhan atribut dan melibatkan sejumlah personil Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado itu dimulai dari Pusat Kota Pasar 45 Hingga Terminal Malalayang

“Kami membantu Bawaslu untuk menertertibkan, alat peraga kampanye yang tidak sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan. APK itu terpasang di sepanjang jalan poros dan Angkutan Umum Kota” Pungkas Xave.

Lebih Lanjut Kasat Pol PP mengatakan Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan Pemilu yang berkualitas di Kota Manado,
“Dalam Penertiban ini, Bawaslu Kota Manado beserta jajaran Panwascam dan Panwas kelurahan melibatkan pihak SatPol PP,” Jelas Xave.

 Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi, Heard Runtuwene menambahkan branding kampanye Caleg pada kendaraan Angkot, Bawaslu Kota Manado menertibkan Oneway dan Stiker dari Caleg. Semua Oneway dan Stiker yang berbau kampanye ditertibkan.

“terkait Oneway dan Stiker yang mencantumkan nama Caleg, Nomor Urut, Logo partai, Visi Misi, serta ajakan dari Caleg, ditertibkan (dicabut). Jika Oneway atau Stiker hanya memuat gambar dari Ketua Partai, Ormas atau LSM, tanpa ada unsur Kampanye tidak akan ditertibkan,” Tutupnya.

Pantau Lokasi Banjir,Kasat Pol PP Turun Langsung bersama personilnya

Memasuki awal bulan ke dua ditahun 2019, Kota Manado diguyur hujan lebat hingga mengakibatkan beberapa wilayah terendam banjir.Melihat situasi yang semakin parah, Kasat Pol PP Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.I.P turun langsung guna meringankan beban masyarakat Kota Manado di beberapa wilayah, Selasa (05/02) bersama se

jumlah personilnya.

 

 

Dibawah Pimpinan Walikota Manado G.S.Vicky Lumentut itu Satuan Polisi Pamong Praja Bergerak menuju dibeberapa wilayah lokasi banjir dan longsor yakni Kelurahan Mahawu,Bailang serta Pasar Bobo.

Kami membawa sejumlah bantuan Makanan,Popok, serta Susu untuk keperluan Bayi.
“Kami turun langsung menyalurkan bantuan,sekaligus membersihkan sampah dan lumpur semoga bantuan bahan makanan dan tenaga kami ini setidaknya sedikit meringankan beban untuk korban bencana longsor”ujar xave.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja itu menambahkan pihaknya akan sepenuh tenaga membantu membersihkan sisa bencana longsor hingga bersih “kami mengerahkan seluruh mobil operasional termasuk truk, dan beberapa peralatan penunjang lain nya hanya untuk masyarakat kota manado”tutup xave