Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado melaksanakan Upacara Dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74

Upacara Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, selaku Inspektur Upacara :
Williem Wongkar, SE (sekertaris) dan Pemimpin Upacara Fengki Mamirahi, S.IP (kepala bidang perundang-undangan daerah)

142 Pedagang di Pasar Bahu akan segera di Relokasi

Pemerintah Kota kembali melakukan penertiban bangunan semi permanen, Jumat(16/08) pukul 08.00 Wita di Wilayah Kecamatan Malalayang Kota Manado.

Dalam penggusuran tersebut, sempat terjadi adu mulut antara warga dan petugas.

Barisan warga pun berhasil dipecah saat petugas Satpol PP bersama PD lainnya melakukan pendekatan persuasif.

“Kemarin kita sudah rapat, mereka meminta atas nama rukun pasar yang diwakili oleh frangki mantiri, agar besok ditertibkan, maka hari ini kami turun bersama PD pasar, Kecamatan, serta lingkungan hidup, Disperindag”UjarKasat Pol PP Hetty Tetty Taramen

Sebagian warga dengan pasrah merelakan bangunan yang tidak memiliki izin itu untuk dibongkar oleh Satpol PP.


“Kami sudah sepakat untuk membersihkan pasar, kami meminta untuk warga dapat melakukan pengosongan sendiri dalam Jangka Waktu Seminggu, sudah kita mencoba audiensi dan ada yang menawarkan untuk membongkar sendiri agar barang barang nya tidak rusak” Jelas Taramen.

Tomi Sumelung SH selaku DirOPS pd pasar telah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi sebulan yang lalu dalam rangka relokasi pedagang,  dan pihaknya pun sangat mendukung pemerintah setempat dalam kegiatan penertiban.
“kami sudah berupaya memediasi para pedagang agar berjualan di tempat semestinya. Mereka terus bertambah sehingga jadi melebar ke bahu jalan.“Jadi memang harus ada solusi,” kata Sumelung
Sementara itu Asisten 2 Pemerintahan Kota Manado Hendrik Warokka menyatakan bahwa pihak pemerintah sedang mendata nama nama pedagang untuk dilakukan relokasi,
“saat ini sedang dibangun komunikasi antara pedagang, lembaga terkait, dan pemerintah setempat, sehingga akan ada lokasi lahan baru untuk para pedagang”Pungkasnya.

Camat Malalayang Deysie Kalalo, SE juga menambahkan bahwa pihaknya meminta untuk mendaftarkan nama dalam pengelolaan tempat yang baru(relokasi).
“Kami sudah melakukan pendataan, sudah sekitar 90 persen dari 142 pedagang yang sudah mendaftar diri”Tutupnya.

 

 

Pengawasan Bantaran Daerah Aliran Sungai bakal diperketat

Pemerintah Kota Manado kembali melakukan Pengawasan akan Bantaran Daerah Aliran Sungai, Selasa(13/08) diwilayah Kecamatan Singkil hingga wilayah Kecamatan Paal Dua.

Warga yang memiliki rumah-rumah yang berdiri di sepanjang bantaran sungai yang mengalir di kota itu diberikan sosialisasi oleh satuan polisi pamong praja kota manado.

“Bencana banjir yang cukup besar terjadi pada beberapa tahun lalu, dan masih menggenang hingga hari ini” ujar kasat pol pp yang memimpin pengawasan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado mengatakan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan bantaran sungai atau daerah aliran sungai (DAS) sesuai Peraturan Daerah no 6 tahun 2012 tentang bangunan gedung.
“Tujuannya baik agar tidak terkena dampak dari bencana alam jika terjadi, namun sayangnya Masih ada masyarakat membandel mendirikan bangunan dibantaran sungai, jika tidak mengindahkan peringatan ini, Kami akan tertibkan” tegasnya.

Kepala Bidang Penegakan Perundang Undangan Daerah Fengki Mamirahi S.IP menambahkan bahwa banjir terjadi lantaran ekosistem DAS rusak. “Bantaran sungai menjadi dangkal akibat aktivitas yang dilakukan warga, Kurangnya kesadaran Warga yang banyak membuang sampah ke sungai atau menimbun bibir sungai sebagai lahan untuk kepentingan pribadi, Akibat tindakan itu, sungai kehilangan fungsi sebagai penadah air sehingga saat hujan tiba, air pun meluap melebihi kapasitas sungai dan membanjir”tutupnya.

Kelurahan Pandu Minim Pelanggar Perda, Taramen harap jaga Kebersihan Wilayah

Pemerintah Kota Manado, Jumat(9/8) sekitar pukul 08.00 Wita kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa Pelanggaran Perda Sampah dan Trantib di seputaran Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken Darat Kota Manado.

Dalam operasi yang dimulai dari pagi hari hingga siang hari sekira pukul 13.00 Wita itu dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Tetty Hetty Taramen, SE, ME

Sebanyak Empat dari Tujuh Pelanggar yang tidak mengikuti Sidang Dilokasi
“Paling banyak terkait Peraturan Daerah(Perda) no.7 Tahun 2006 tentang pengolahan persampahan dan retribusi pelayanan ketertiban” Ujar Taramen yang turut mengawasi jalannya persidangan.

Berkurangnya pelanggar ini mencerminkan kesadaran dari masyarakat tentang pelanggaran Trantib.

Kepala Bagian Hukum Setda kota Manado Yanti Putri SH, MH menambahkan dalam Operasi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) diwilayah Kecamatan Bunaken darat kali ini sedikit berkurang pelanggar yang terjaring.

“yang mengikuti sidang kali ini dikenakan sangsi sebesar Rp.100.000 ditambah dengan biaya perkara sebesar Rp.2000 Pungkasnya.
Turut hadir dalam operasi Tipiring, Hakim Kejaksaan Tinggi Negeri Relly Bekuhu, SH,MH , Panitra Idrus Pawewang Sh, serta personil gabungan dari TNI-POLRI.

Polisi Pariwisata Pemkot Manado jadi daya tarik wisatawan mancanegara

Untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta pengawasan dibeberapa objek wisata diwilayah sulawesi utara, Kamis, (01/08) Satuan Polisi Pamong Praja Unit Pariwisata melaksanakan patroli disertai dialogis bersama turis mancanegara.

Kegiatan patroli ini tidak hanya sekedar memantau dan patroli saja, namun juga diberikan himbauan-himbauan dan pengenalan objek wisata kepada wisatawan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, Tetty Hetty Taramen, SE, ME mengatakan kegiatan dengan mengunjungi objek wisata itu dalam rangka menunjang program peningkatan kerjasama dan komunikasi pemerintah kota manado.
“diawali dengan kegiatan sambang yang berkesinambungan sehingga terdapat komunikasi yang baik, dan dapat menghasilkan kerjasama berbagai bidang antara lain salin bertukar informasi mengenai perkembangan dan dinamika yang ada dimasyarakat terkait objek wisata yang berada disulawesi utara”Jelasnya.

Pihak wisatawan sangat antusias dan senang dengan kehadiran petugas polisi pariwisata(polpra) dilokasi, karena mereka merasa aman dan nyaman saat melaksanakan liburan dikota manado.
“banyak yang ajak berfoto bersama personil saya, Orientasi ini dilakukan agar anggota SatPol PP Pariwisata dapat memahami tupoksinya pada tempat-tempat wisata. Dapat sebagai pemandu wisata dan menjaga objek wisata yang berada disulawesi utara”Jelas Taramen

Dengan melaksanakan kegiatan sambang dan berinteraksi dengan masyarakat yang ada dilingkungan obyek wisata, bertujuan untuk saling bertukar serta memberikan pesan tentang destinasi wisata.
“Kita harus bisa menjaga obyek wisata mengekspose dan mensosialisasikan tempat-tempat wisata keluar Manado kepada wisatawan yang datang ke manado, sehingga orang lain juga yang belum berkunjung dapat berminat datang ke Nyiur Melambai,” Tutupnya.