142 Pedagang di Pasar Bahu akan segera di Relokasi

Pemerintah Kota kembali melakukan penertiban bangunan semi permanen, Jumat(16/08) pukul 08.00 Wita di Wilayah Kecamatan Malalayang Kota Manado.

Dalam penggusuran tersebut, sempat terjadi adu mulut antara warga dan petugas.

Barisan warga pun berhasil dipecah saat petugas Satpol PP bersama PD lainnya melakukan pendekatan persuasif.

“Kemarin kita sudah rapat, mereka meminta atas nama rukun pasar yang diwakili oleh frangki mantiri, agar besok ditertibkan, maka hari ini kami turun bersama PD pasar, Kecamatan, serta lingkungan hidup, Disperindag”UjarKasat Pol PP Hetty Tetty Taramen

Sebagian warga dengan pasrah merelakan bangunan yang tidak memiliki izin itu untuk dibongkar oleh Satpol PP.


“Kami sudah sepakat untuk membersihkan pasar, kami meminta untuk warga dapat melakukan pengosongan sendiri dalam Jangka Waktu Seminggu, sudah kita mencoba audiensi dan ada yang menawarkan untuk membongkar sendiri agar barang barang nya tidak rusak” Jelas Taramen.

Tomi Sumelung SH selaku DirOPS pd pasar telah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi sebulan yang lalu dalam rangka relokasi pedagang,  dan pihaknya pun sangat mendukung pemerintah setempat dalam kegiatan penertiban.
“kami sudah berupaya memediasi para pedagang agar berjualan di tempat semestinya. Mereka terus bertambah sehingga jadi melebar ke bahu jalan.“Jadi memang harus ada solusi,” kata Sumelung
Sementara itu Asisten 2 Pemerintahan Kota Manado Hendrik Warokka menyatakan bahwa pihak pemerintah sedang mendata nama nama pedagang untuk dilakukan relokasi,
“saat ini sedang dibangun komunikasi antara pedagang, lembaga terkait, dan pemerintah setempat, sehingga akan ada lokasi lahan baru untuk para pedagang”Pungkasnya.

Camat Malalayang Deysie Kalalo, SE juga menambahkan bahwa pihaknya meminta untuk mendaftarkan nama dalam pengelolaan tempat yang baru(relokasi).
“Kami sudah melakukan pendataan, sudah sekitar 90 persen dari 142 pedagang yang sudah mendaftar diri”Tutupnya.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *