Puluhan Warga Kecamatan Singkil terjaring OTT Perda

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Perda Sampah dan Trantib yang rutin digencar oleh Pemerintah Kota Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado kembali digelar Jumat (13/9) diwilayah Kecamatan Singkil.

Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dipimpin oleh hakim Ferry M.J Sumlang S.H M.H dengan Panitera Marten Mendila SH menggelar 19 perkara pelanggaran Perda Sampah dan trantib.

Kepala Bagian Hukum Setda kota Manado Yanti Putri SH, MH bersama Camat Singkil Zainal Naway S.Sos memimpin operasi bersama tim gabungan dari Pol pp dan TNI-POLRI.

“10 pelanggar yang mengikuti sidang yang terbukti melanggar, sedangkan 9 lain nya dinyatakan Verstek karena tidak hadir. Dari hasil operasi tangkap tangan yang digelar hari ini, masih banyak yang melanggar, khususnya masih kurang nya kesadaran dan kepedulian masyarakat dengan lingkungan yang bersih sehat”ujar Kabag Hukum.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Tetty Hetty Taramen, SE, ME berharap untuk masyarakat tidak menggunakan fasilitas umum (trotoar) sebagai tempat dagangan dan untuk tempat pembuangan sampah lebih diperhatikan.
“tadi sempat terjadi sedikit adu mulut karna ada beberapa masyarakat berkeberatan karna penataan tempat untuk berjualan tidak sesuai aturan, Tentunya kami selaku Pemerintah selalu menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar mentaati peraturan dan untuk pihak kecamatan lebih intensif lagi berkoordinasi antara satu dengan yang lain nya dalam sosialisasi kepada masyarakat terkait peraturan daerah”tutup tetty.

 

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado melaksanakan Upacara Dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74

Upacara Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, selaku Inspektur Upacara :
Williem Wongkar, SE (sekertaris) dan Pemimpin Upacara Fengki Mamirahi, S.IP (kepala bidang perundang-undangan daerah)

142 Pedagang di Pasar Bahu akan segera di Relokasi

Pemerintah Kota kembali melakukan penertiban bangunan semi permanen, Jumat(16/08) pukul 08.00 Wita di Wilayah Kecamatan Malalayang Kota Manado.

Dalam penggusuran tersebut, sempat terjadi adu mulut antara warga dan petugas.

Barisan warga pun berhasil dipecah saat petugas Satpol PP bersama PD lainnya melakukan pendekatan persuasif.

“Kemarin kita sudah rapat, mereka meminta atas nama rukun pasar yang diwakili oleh frangki mantiri, agar besok ditertibkan, maka hari ini kami turun bersama PD pasar, Kecamatan, serta lingkungan hidup, Disperindag”UjarKasat Pol PP Hetty Tetty Taramen

Sebagian warga dengan pasrah merelakan bangunan yang tidak memiliki izin itu untuk dibongkar oleh Satpol PP.


“Kami sudah sepakat untuk membersihkan pasar, kami meminta untuk warga dapat melakukan pengosongan sendiri dalam Jangka Waktu Seminggu, sudah kita mencoba audiensi dan ada yang menawarkan untuk membongkar sendiri agar barang barang nya tidak rusak” Jelas Taramen.

Tomi Sumelung SH selaku DirOPS pd pasar telah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi sebulan yang lalu dalam rangka relokasi pedagang,  dan pihaknya pun sangat mendukung pemerintah setempat dalam kegiatan penertiban.
“kami sudah berupaya memediasi para pedagang agar berjualan di tempat semestinya. Mereka terus bertambah sehingga jadi melebar ke bahu jalan.“Jadi memang harus ada solusi,” kata Sumelung
Sementara itu Asisten 2 Pemerintahan Kota Manado Hendrik Warokka menyatakan bahwa pihak pemerintah sedang mendata nama nama pedagang untuk dilakukan relokasi,
“saat ini sedang dibangun komunikasi antara pedagang, lembaga terkait, dan pemerintah setempat, sehingga akan ada lokasi lahan baru untuk para pedagang”Pungkasnya.

Camat Malalayang Deysie Kalalo, SE juga menambahkan bahwa pihaknya meminta untuk mendaftarkan nama dalam pengelolaan tempat yang baru(relokasi).
“Kami sudah melakukan pendataan, sudah sekitar 90 persen dari 142 pedagang yang sudah mendaftar diri”Tutupnya.

 

 

Pengawasan Bantaran Daerah Aliran Sungai bakal diperketat

Pemerintah Kota Manado kembali melakukan Pengawasan akan Bantaran Daerah Aliran Sungai, Selasa(13/08) diwilayah Kecamatan Singkil hingga wilayah Kecamatan Paal Dua.

Warga yang memiliki rumah-rumah yang berdiri di sepanjang bantaran sungai yang mengalir di kota itu diberikan sosialisasi oleh satuan polisi pamong praja kota manado.

“Bencana banjir yang cukup besar terjadi pada beberapa tahun lalu, dan masih menggenang hingga hari ini” ujar kasat pol pp yang memimpin pengawasan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado mengatakan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan bantaran sungai atau daerah aliran sungai (DAS) sesuai Peraturan Daerah no 6 tahun 2012 tentang bangunan gedung.
“Tujuannya baik agar tidak terkena dampak dari bencana alam jika terjadi, namun sayangnya Masih ada masyarakat membandel mendirikan bangunan dibantaran sungai, jika tidak mengindahkan peringatan ini, Kami akan tertibkan” tegasnya.

Kepala Bidang Penegakan Perundang Undangan Daerah Fengki Mamirahi S.IP menambahkan bahwa banjir terjadi lantaran ekosistem DAS rusak. “Bantaran sungai menjadi dangkal akibat aktivitas yang dilakukan warga, Kurangnya kesadaran Warga yang banyak membuang sampah ke sungai atau menimbun bibir sungai sebagai lahan untuk kepentingan pribadi, Akibat tindakan itu, sungai kehilangan fungsi sebagai penadah air sehingga saat hujan tiba, air pun meluap melebihi kapasitas sungai dan membanjir”tutupnya.

Kelurahan Pandu Minim Pelanggar Perda, Taramen harap jaga Kebersihan Wilayah

Pemerintah Kota Manado, Jumat(9/8) sekitar pukul 08.00 Wita kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa Pelanggaran Perda Sampah dan Trantib di seputaran Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken Darat Kota Manado.

Dalam operasi yang dimulai dari pagi hari hingga siang hari sekira pukul 13.00 Wita itu dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Tetty Hetty Taramen, SE, ME

Sebanyak Empat dari Tujuh Pelanggar yang tidak mengikuti Sidang Dilokasi
“Paling banyak terkait Peraturan Daerah(Perda) no.7 Tahun 2006 tentang pengolahan persampahan dan retribusi pelayanan ketertiban” Ujar Taramen yang turut mengawasi jalannya persidangan.

Berkurangnya pelanggar ini mencerminkan kesadaran dari masyarakat tentang pelanggaran Trantib.

Kepala Bagian Hukum Setda kota Manado Yanti Putri SH, MH menambahkan dalam Operasi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) diwilayah Kecamatan Bunaken darat kali ini sedikit berkurang pelanggar yang terjaring.

“yang mengikuti sidang kali ini dikenakan sangsi sebesar Rp.100.000 ditambah dengan biaya perkara sebesar Rp.2000 Pungkasnya.
Turut hadir dalam operasi Tipiring, Hakim Kejaksaan Tinggi Negeri Relly Bekuhu, SH,MH , Panitra Idrus Pawewang Sh, serta personil gabungan dari TNI-POLRI.

Polisi Pariwisata Pemkot Manado jadi daya tarik wisatawan mancanegara

Untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta pengawasan dibeberapa objek wisata diwilayah sulawesi utara, Kamis, (01/08) Satuan Polisi Pamong Praja Unit Pariwisata melaksanakan patroli disertai dialogis bersama turis mancanegara.

Kegiatan patroli ini tidak hanya sekedar memantau dan patroli saja, namun juga diberikan himbauan-himbauan dan pengenalan objek wisata kepada wisatawan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, Tetty Hetty Taramen, SE, ME mengatakan kegiatan dengan mengunjungi objek wisata itu dalam rangka menunjang program peningkatan kerjasama dan komunikasi pemerintah kota manado.
“diawali dengan kegiatan sambang yang berkesinambungan sehingga terdapat komunikasi yang baik, dan dapat menghasilkan kerjasama berbagai bidang antara lain salin bertukar informasi mengenai perkembangan dan dinamika yang ada dimasyarakat terkait objek wisata yang berada disulawesi utara”Jelasnya.

Pihak wisatawan sangat antusias dan senang dengan kehadiran petugas polisi pariwisata(polpra) dilokasi, karena mereka merasa aman dan nyaman saat melaksanakan liburan dikota manado.
“banyak yang ajak berfoto bersama personil saya, Orientasi ini dilakukan agar anggota SatPol PP Pariwisata dapat memahami tupoksinya pada tempat-tempat wisata. Dapat sebagai pemandu wisata dan menjaga objek wisata yang berada disulawesi utara”Jelas Taramen

Dengan melaksanakan kegiatan sambang dan berinteraksi dengan masyarakat yang ada dilingkungan obyek wisata, bertujuan untuk saling bertukar serta memberikan pesan tentang destinasi wisata.
“Kita harus bisa menjaga obyek wisata mengekspose dan mensosialisasikan tempat-tempat wisata keluar Manado kepada wisatawan yang datang ke manado, sehingga orang lain juga yang belum berkunjung dapat berminat datang ke Nyiur Melambai,” Tutupnya.

 

Taramen berharap kesadaran masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan disepanjang Jalur Hijau

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Kembali melakukan Penertiban Jalur Hijau, Kamis (25/7) sekitar pukul 09.00  hingga 14.00 Wita  Di Sepanjang Boulevard.
Kegiatan penertiban kali ini selain dalam rangka menyambut Manado Fiesta juga diharapkan akan kesadaran masyarakat dalam mendirikan bangunan yang tidak diperkenankan.

Proses sempat memanas akibat perlawanan dari beberapa warga dengan adu mulut hingga saling dorong pun sempat terjadi, namun dengan besar hati warga yang sudah mendirikan bangunan semi permanen itu merelakan bangunan yang tidak memiliki izin itu untuk dibongkar oleh Petugas Satpol PP Kota Manado bersama tim gabungan dari TNI-POLRI serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP)

Onong Sumanta salah seorang warga yang tidak menerima pembongkaran tersebut menyatakan bahwa dirinya memiliki kelengkapan surat,
“Mulai dari Surat Jual-Beli semua ada, saya tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan kejadian ini”katanya sembari memperlihatkan berkas berkas.

Penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut agar kawasan jalur hijau steril dari bangunan-bangunan tak berizin. Sehingga jalur hijau difungsikan sesuai peruntukannya
“Pemerintah kota manado sedang berbenah diri, dengan tujuan agar kota menjadi bersih, nyaman, dan aman, Masyarakat yang taat dalam aturan adalah Masyarakat yang baik”Tegas Taramen.

Taramen juga menambahkan bahwa Sebelum melakukan penertiban pihaknya sudah memberikan peringatan,
“kami sudah beberapa kali menyatakan dengan Bahasa kasih namun tegas untuk tidak mendirikan bangunan yang tidak sesuai aturan, sehingga kami mengambil langkah tindakan untuk beberapa bangunan yang terlebih dahulu sudah diberikan peringatan”tutupnya

Taramen : saya sudah koordinasi dengan PD Pasar

Satpol PP Kota Manado kembali melakukan penertiban bangunan-bangunan liar. Salah satu lokasi yang dilakukan penertiban adalah Pasar Bersehati tepatnya yang berada di bawah jembatan Soekarno.

Penertiban ini dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Manado, Tetty Taramen, Selasa (23/7/2019). Direktur Utama PD Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh turut mendampingi pelaksanaan penertiban.
Kasat mengatakan penertiban ini sudah terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pihak PD Pasar. Dan pihaknya menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai pengawal Perda (Peraturan Daerah) Kota Manado.
Terjalinnya koordinasi yang baik antara PD Pasar dan Satpol PP Kota Manado ini juga diakui Stenly Suwuh. Dia mengapresiasi penertiban yang dilakukan pihak Satpol PP.
“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Satpol PP Kota Manado karena penertiban ini sudah dikoordinasikan terlebih dahulu. Intinya kami mendukung penegakan aturan yang dilakukan Satpol PP menyangkut estetika kota,” imbuhnya.

Kurangnya Pelanggar saat OTT Pelanggar Perda, Taramen harap Kecamatan Tuminting jadi contoh Kecamatan Lainnya.

Pemerintah Kota Manado, Jumat(19/7) sekitar pukul 08.00 Wita kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa Pelanggaran Perda Sampah dan Trantib di seputaran Pasar Tuminting Kelurahan Bitung Karang Ria Kecamatan Tuminting kota Manado.

Dalam operasi yang dimulai dari pagi hari hingga siang hari sekira pukul 12.00 Wita itu dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Tetty Hetty Taramen, SE, ME
“operasi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terkait Perda Sampah maupun Perda Trantib kali pertama buat saya, Sebenarnya kami berharap tidak ada masyarakat terjaring, dalam artian warga Manado sudah mentaati aturan,”Ucap Taramen

Sebanyak 6 pelanggar, dan semuanya telah mengikuti Sidang Dilokasi, tidak ada yang Verstek atau pelanggar tidak hadir pada sidang kali ini
“Berkurangnya pelanggar ini mencerminkan kesadaran dari masyarakat tentang pelanggaran Trantib” Ujar Camat Tuminting Danny Kumayas mengawasi jalan nya persidangan.

Taramen juga menambahkan paling banyak yang ditemui ialah pelanggar dengan menggunakan fasilitas umum sebagai tempat jualan
“Kecamatan Tuminting bisa menjadi contoh untuk Kecamatan Lain nya nanti, untuk para penjual untuk tidak lagi menjajakan barang dagangan nya ditempat fasilitas umum”Pungkasnya.

Turut hadir dalam operasi Tipiring, Hakim Kejaksaan Tinggi Negeri Relly Bekuhu, SH,MH , Panitra Idrus Pawewang Sh, serta personil gabungan dari TNI-POLRI.

Taramen Jamin fasilitas umum kembali pada sebagaimana fungsinya

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Manado, Jumat (12/7) sekitar pukul 09.00 Wita hingga pukul 13.30 Wita Kembali menertibkan ratusan pedagang kaki lima (pkl) yang mulai menjamur berjualan dengan menggunakan area fasilitas umum dan beberapa bangunan liar.

Puluhan lapak dan tenda pedagang diamankan oleh ratusan anggota  Sat Pol PP yang dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Tetty Hetty Taramen, SE, ME mulai dari Pasar Bersehati hingga ke Pusat Pertokoan 45 area Presiden Shoping Center.
Meski sempat terjadi perlawanan dari beberapa pedagang, namun penertiban tersebut berjalan lancar dan aman terkendali.

Taramen juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main – main dalam peneggakan aturan dan menjamin akan mengembalikan hak para pejalan kaki sebagaimana mestinya.
“Ini dalam rangka peneggakan peraturan perda, kami tidak akan main – main lagi dalam penegakan aturan, tidak benar adanya pembayaran retribusi ”tegasnya.

Darwis Hutuba selaku sekertaris pedagang bersatu meminta kembali waktu kepada pihak pemerintah kota untuk memberikan kesempatan membongkar sendiri.
“saya menjamin para pedagang akan membongkar sendiri bangunan yang mulai berdiri semi permanen dibawah jembatan soekarno ini, karna disini banyak ternak jadi kami tidak bias memindahkannya dalam waktu yang singkat”ujarnya.Saat ini Kota Manado sedang bersiap menghadapi iven Manado Fiesta tentunya kota manado harus tampak rapi, bersih tidak kumuh.


“kami memberikan waktu selama beberapa hari ke depan, mengingat menjelang Manado Fiesta dan Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Manado akan banyak kunjungan dari turis manca negara, besar harapan kami untuk para pedagang kaki lima bersama sama menjaga kebersihan kota manado dan dapat membongkar sendiri bangunan yang beberapa sudah mulai berdiri semi permanen dan tidak lagi berjualan ditempat tempat yang tidak diperbolehkan”tutupnya.