Pol PP Manado segera tambah “amunisi baru”

Hal tersebut diutarakan oleh Kasubag Umum Keuangan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Tamura Nusa,Rabu 17/10/2018 sekitar pukul 15.00 Wita di Ruangan nya. “Saya tadi sudah mengunjungi PT.Hasjrat Abadi Toyota Manado”Katanya.

Amunisi tersebut ialah mobil operasional yang nanti nya akan menunjang kinerja Tim Rescue Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado,Xaverius A.Runtuwene membenarkan hal tersebut “Kasubag tadi sudah melihat

kondisi mesin dan tampilan yang akan digunakan nanti oleh tim patroli pol pp,semoga nanti nya kendaraan dinas itu bisa membantu dalam memberikan pelayanan yang lebih maksimal kemasyarakat”ujarnya.

Diketahui mobil yang nantinya akan menambah kinerja Tim Satpol PP Kota Manado itu ialah jenis Toyota Hilux 4×4. “Masih dalam proses,smoga nantinya bisa menjadi amunisi guna menunjang Tupoksi”Tutup Xave

 

Tim Terpadu:Benda Mencurigakan dipelabuhan manado “negatif”

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Manado Langsung bergerak cepat pasca laporan warga yang mengirimkan informasi bahwa dicurigai benda mencurigakan di sekitar kawasan pelabuhan Kota Manado Kecamatan Wenang Selasa 16/10/2018 sekitar pukul 12.30 Wita.

Ketika menerima laporan warga tersebut, TIM Terpadu dibawah naungan Pemerintah Kota Manado itu langsung menuju ke titik lokasi

yang dilaporkan oleh warga tersebut.
Satu persatu dari Box yang isinya bahan makanan seperti tomat,sayuran,serta jualan lainya diperiksa untuk melihat apakah ada benda mencurigakan tersebut.
Setelah dilakukan penyisiran oleh Tim Gabungan dari TNI-POLRI tidak menemukan tanda tanda yang menonjol atau mengarah negatif. “Mendengar laporan warga atas adanya benda mencurigakan tersebut kami langsung mengerahkan tim terpadu yang lagi piket”ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado.

Lebih lanjut Xave mengatakan bahwa untuk mencegah adanya benda benda mencurigakan ataupun hal hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan ketentraman, masyarakat di himbau untuk dapat melaporkan nya dengan menghubungi pihak Pemerintah Kota Manado “ saya berharap untuk masyarakat melaporkan hal hal yang mengarah ke negatif dan melampirkan foto jika sempat, langsung saja menghubungi nomor telepon Tim terpadu Kota Manado 082188008881, yang selalu siap sedia melayani dan mengayomi masyarakat Kota Manado”tutup Xave.

Xave : Aplikasi Qlue Solusi Laporan Warga Manado Ke Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Manado Langsung melaksanakan penertiban di daerah Kecamatan Wenang titik pusat Kota Manado bergerak cepat pasca laporan warga yang mengirimkan informasi melalui Aplikasi I-Clue Selasa 9/10/2018 sekitar pukul 10.30 Wita.

 

 

Penertiban ini bukanlah untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) sehingga pedagang tidak menimbulkan permasalahan baru di Kota Manado.

Kasat Pol PP Kota berterima kasih atas adanya laporan warga melalui aplikasi dan adapun permasalahan yang kerap ditertibkan diantaranya pedagang menggunakan badan jalan dan trotoar untuk berjualan yang menganggu kenyamanan dan ketertiban umum.

Lebih lanjut Xave mengatakan secara rutin tim melakukan pengawasan dan penertiban guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, mengingat beberapa ruas jalan ini merupakan jalan protokol yang dilintasi masyarakat setiap harinya. “Kami sudah mengamankan barang bukti dari tempat berjualan di kawasan tersebut. Kami berharap untuk warga dapat melaporkan kembali jika ada hal hal yang mengganggu ketentraman umum. Karena itu kami melakukan pengawasan dan penertiban agar tidak sampai menimbulkan permasalahan baru serta merugikan banyak masyarakat,” ujarnya.
Xave mengatakan langkah penertiban ini dilakukan agar para pedagang tidak sampai menganggu arus lalu lintas dan membuat kemacetan. Selain itu, pedagang yang ditertibkan nanti juga akan disidang Tipiringkan sesuai dengan Perda, sehingga para pedagang jera dan tidak kembali melanggar aturan yang berlaku. “Penertiban ini memang menjadi kegiatan rutin yang menyasar seluruh wilayah di Kota Manado, sehingga masyarakat mampu memahami dan bersama-sama menciptakan ketertiban umum,” jelas Xave.

 

kirim tenaga kepalu,anggota pol pp manado langsung “action”

Satuan Pol-PP Kota Manado tidak hanya mengirim bantuan ke Palu, namun tenaga manusia juga dikirim.

Puluhan orang personil yang disertakan Pol-PP Manado yang ikut bersama tim Basarnas dan rombongan dari Pemerintah Kota Manado bertolak menuju Kota Palu. “Torang kirim puluhan anggota berseragam lengkap,” ujar Kasat Pol PP Kota Manado Xaverius A.Runtuwene SIP, Senin 08 Oktober 2018.

Setibanya di Palu, personil Pol-PP langsung action dengan mengevakuasi korban di Pontoloan. “Pagi tiba di Pontoloan dan langsung melak

ukan evakuasi. Jadi tidak menunggu lagi, karena darurat,” ujar Xave.

Selain tenaga tentunya bantuan lainnya juga dikirim, antara lain makanan siap saji, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, hingga tenda. “Bantuan kita semoga meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” tandasnya.

Gempa bumi dan tsunami yang meluluh-lantahkan Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya menimbulkan rasa kepedulian bagi warga Indonesia. Semua mata warga Indonesia tertuju dan hanya mampu berdoa menyaksikan korban bencana gempa bumi dan tsunami yang sudah menelan ribuan nyawa manusia.

Peduli Palu,Pol PP Manado Spontan Kumpul Bantuan

Tingkat kepedulian antar sesama kembali ditunjukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado,
Kali ini bread teapot di Posko bantuan bencana alam untuk Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulteng menampung sejumlah paket bantuan

kali ini dari Satpol-PP Manado.

Bantuan itu diantar langsung Kasat Pol-PP Xaverius Runtuwene SIP dan sejumlah stafnya di posko yang berlokasi di pendopo Kantor Walikota Manado, Jl Balaikota Tikala, Kamis 04 September 2018 siang.

“Semoga bisa meringankan beban saudara saudara kita disana dan bantuan ini bersifat Spontanitas dari para anggota.” ujar Kasat Xave.

Adapun bantuan dari Pol-PP antara lain ikan kaleng, baju layak pakai, air mineral, dan lainnnya.

“Kita berharap Kota Palu dan sekitarnya segera pulih, pemerintahan kembali normal, perekonomian juga. Kita doakan para korban diberi ketabahan,” ujar salah satu calon Sekda Kota Manado ini.

DrumCorps Anoa Juara 3 Kejurda

Kejuaraan Drum Band tingkat Daerah kembali digelar Selasa(18/09) di Lapangan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara.
Kejuaraan yang di ikuti sebanyak 53 peserta dari berbagai daerah itu memperebutkan piala gubernur dengan berbagai kategori.
Tim Satuan Polisi Pamong Praja kembali mengukir prestasi yang diadakan oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PBSI). Jika beberapa waktu lalu, drum Corps Anoa Satuan Polisi Pamong Praja berhasil juara umum, kali ini mereka berhasil tempat Ketiga kategori Senior antar daerah yang diselenggarakan oleh PDBI Manado.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene mengatakan, berkat usaha yang maksimal dan keyakinan yang kuat. Tim ini mampu mengalahkan

puluhan peserta dari berbagai peserta tingkat daerah. Dengan penampilan yang memukau baik dari alunan suara dan kelincahan mayoret, Tim Drumcorps Anoa pulang membawa oleh-oleh tropi penghargaan kategori senior. “Penerimaan Hadiah diwakili oleh Pelatih, Tentu semua capaian tersebut membutuhkan usaha yang juga begitu luar biasa. Untuk menampilkan yang terbaik pada ajang ini, ini adalah tahun pertama yang tim satpol pp ikuti, Hasil yang cukup memuaskan menurut saya, kami harus melakukan latihan ekstra untuk Persiapan kegiatan berikutnya”Ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Cristian Iroth mengatakan pihaknya menyerahkan hadiah puluhan juta sebagai uang pembinaan bagi para pemenang, dan penghargaan serta piala “perbedaan nilai nya tidak terlalu jauh, hanya berkisar 3 sampai 5 poin diantara juara 1,2 dan 3″tutupnya.

Kawal Jenazah “Anarkis” Bakal ditindak

Usai menggelar rapat koordinasi beberapa pekan lalu, Pemerintah Kota Manado akhirnya menetapkan iringan Pengantar Jenazah Anarkis akan masuk daftar draf Rancangan Peraturan Daerah(Perda).

Hal tersebut diutarakan langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A.Runtuwene S.IP usai mengikuti rapat dengan perangkat daerah lain nya terkait keluhan masyarakat terkait iringan jenazah yang kerap kali mengganggu bahkan terkadang nyaris menimbulkan ketidaknyamanan pengguna jalan raya lain nya. “semoga jika nanti rancangan ini sudah rampung dapat mengakomodir keluhan warga terkait pengiring jenazah yang kerap kali meresahkan,kami tidak segan segan untuk langsung menindak”katanya.

Pemkot sendiri telah memasukan hal ini dalam draf ranperda trantib. “Sudah kami masukan ke dalam draf rancangan perda trantib. Mudah-mudahan dalam waktu dekat perda tersebut sudah bisa selesai,” ujar Kepala Bagian Hukum, Yanti Putri.

Jika draf ini telah menjadi perda, Pemkot Manado segera menyosialisasikan hal itu kepada masyarakat. Ini agar semua masyarakat tahu soal aturan ini dan bisa menjalankannya “dalam waktu de

kat kami akan mensosialisasikan nya ke tiap Kelurahan”tutup xave.

 

SatPol Pp segel Bangunan milik Sumendap

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado menyegel bangunan Milik Vonny Sumendap/Andy Prasetyo Senin (17/09/2018) siang hari.

Kasat Pol PP Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.IP mengatakan pihaknya terpaksa melakukan memberhentikan pengerjaan bangunan yang terletak Lingkungan V.Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang itu karena tidak memiliki ijin. “kami mendapatkan laporan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  Sesuai Nomor Registrasi 202-20180528-00249 “ujar xave

Ia juga menyebutkan pihak nya melakukan pendekatan Humanis namun apabila tidak digubris pihaknya akan melakukan penertiban. “untuk sementara Dilarang melanjutkan pengerjaan pendirian bangunan sebelum izin mendirikan bangunan telah terbit”tutup Xave

Rapat Koordinasi bahas Rancangan Perda

Pemerintah Kota Manado Melalui Satuan Polisi Pamong Praja Menggelar rapat koordinasi dalam rangka Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Kota Manado tentang Kententraman dan Ketertiban Umum beberapa waktu lalu.

Kasatpol PP Manado, Xaverius Runtuwene mengatakan, pihaknya sedang mencanangkan beberapa berapa perda khususnya dibidang ketentraman umum terlebih khusus bagi pengguna jalan raya .
“Sudah banyak warga yang mengeluh. Kami berharap kesadaran warga untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban di jalanan. Khususnya untuk iring iringan jenazah.” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Micler C.S Lakat, SH, MH, Para Kepala Perangkat Daerah, dan juga dari unsur Kemenkumham Sulawesi Utara yakni Frangky A.H Zachawerus, SH.MH beserta tim lain nya.

Trantibum Kawasan Objek Wisata Kewenangan Satpol PP Pariwisata

Untuk memberikan pelayanan dan keamanan terhadap wisatawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bersama Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pariwisata mengunjungi aset aset pariwisata yang ada di Kota Manado Senin(20/8/2018) dalam menjaga dari segala gangguan.

tim khusus sudah dibekali kemampuan pengawalan, kesamaptaan, dan bahasa Inggris untuk mempermudah berkomunikasi dengan wisatawan asing itu juga berfungsi sebagai guide (pemandu) objek wisata, Dimulai dari Bagian Utara di Kota Manado yakni Tugu Adipura serta beberapa destinasi wisata lain nya,

Pembentukan Polisi Pariwisata ini selain bertujuan untuk semata-mata untuk mendukung pariwisata yang ada di Kota Manado,”Melalui program ini jangan sampai ada kesan bahwa Satpol PP itu berwajah sangar lagi, namun ramah baik pakaiannya, prilakunya, etikanya dalam menghadapi tamu-tamu yang berkunjung ke Kota Manado.”Jadi anggota yang tergabung dalam Satpol PP Pariwisata ini nanti sifatnya bisa melayani, mengarahkan, menjaga, mengawal dan menjaga keamanan dan ketertiban para tamu yang berkunjung ke Manado,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.IP

selain menjaga aset aset pariwisata yang ada di Sulawesi Utara PolPra Singkatan dari Polisi Pariwisata juga akan bertugas pada acara acara tertentu “Sehingga pada event-event tertentu nanti, apabila ada tamu dari pemerintahan, pengusaha, barulah anggota Satpol PP Pariwisata ini diturunkan untuk melayani, mengarahkan, mengawal dan menjaga keamanan dan ketertiban para tamu,” jelasnya.

Disamping menegakkan Perda, Satpol PP juga harus terlibat, bersinergi dan mendukung pariwasata yang ada “Cuma pakaian pariwasata yang kita berikan tidak untuk digunakan setiap hari kerja tapi hanya pada event-event pariwasata saja,” katanya. “Misalnya pada event Ramadhan Fair kelak. Maka untuk mengamankan di sore hari itu dia dibenarkan untuk memakai seragam pariwisata. Tapi itu harus digiring oleh Kasat Pol PP sesuai dengan tugas dan tupoksinya,” tutup xave.