Xave:Canangkan Latihan Beladiri setiap Jumat

Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan kegiatan bela diri di markas komando Usai mengikuti Olahraga bersama dan senam dilapangan Sparta Tikala, Jumat,30 November 2018 pagi tadi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WITA itu menghadirkan sejumlah Atlet terlatih dalam bidang olahraga KickBoxing dan bela diri dengan teknik pernafasan yakni KATEDA.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Xaverius A.Runtuwene S.Ip mengaku kegiatan olahraga bela diri itu sangat perlu guna menunjang

Tugas Pokok dari Satpol PP

“saya sangat berterima kasih atas latihan bersama dikorps kami,semoga kegiatan seperti ini akan terus berlangsung,”ujar xave.

Xave menambahkan dirinya juga akan berkerja sama dengan beberapa jenis beladiri lain nya dan akan mencanangkan olahraga sekaligus latihan beladiri itu akan terus berlanjut, “mulai bulan mendatang setiap hari jumat saya akan mencanangkan kegiatan seperti ini akan terus ada diSatuan Polisi Pamong Praja”Tutupnya.

Satpol PP Tertibkan Lahan Kubur Karpet Biru

Satuan Polisi Pamong Praja menertibkan Lahan Pekuburan yang berada di Kelurahan Paniki Dua, Kamis 29 November 2018 sekitar pukul 09.00 WITA.
Lokasi yang disinyalir telah membangun rumah tanpa ijin di tanah milik pemerintah kota manado itu, akhirnya harus dihentikan dari segala bentuk kegiatan yang berlangsung disekitar wilayah pacuan kuda karpet biru.

sementara itu Camat Mapanget Rein Heydemans yang memimpin Kegiatan Penertiban tersebut yang mewakili pemerintah kota manado telah berulang kali menertibkan daerah tersebut, namun pihak warga tetap saja bersikeras untuk membangun diwilayah itu, “Lalu ada 20 KK yang di akomodir. Kemudian menjadi 40 KK. Tetapi kalau seperti ini, sesuai permintaan masyarakat, kami akan mendata kembali korban yang tergusur. Namun harus tertib administrasi dengan ber-KTP Kecamatan Mapanget,” tegas Rein Heydemans.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, Xaverius A Runtuwene menambahkan bahwa pihaknya sudah kali ke 3 melakukan penertiban dilokasi yang sama,”Pemerintah sudah menyiapkan ganti rugi namun warga bersikeras tetap melakukan perlawanan,agenda hearing korban penggusuran rumah dan pihak terkait di DPRD Manado ditunda, saat ini kita sepakat dengan pernyataan pak Camat, bahwa akan di data kembali siapa saja yang menjadi korban pengusuran,”tutup Xave

Pol PP Manado gandeng “GEMPITA” Sidak PNS saat jam kerja

Penegasan tentang kedisiplinan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) belakangan ini mulai ditujukan juga kepada Tenaga Harian Lepas (THL). Hal ini terbukti dengan dilakukannya sidak oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado bersama Tim Gerakan Masyarakat Pintar dan Taat Aturan
(Gempita), Selasa (27/11) dipusat perbelanjaan Kota Manado.

Melalui sidak ini tentunya sangat diharapkan perhatian dari para THL dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing, karena THL menerima tunjangan kesejahteraan dari rakyat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

 

 

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene mengatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi evaluasi bagi THL yang malas dan tidak disiplin dalam kehadiran maupun saat menjalankan tugas

“Melakukan pekerjaan yang baik dan mulia itu tentunya dimulai dari disiplin masuk kantor. Jangan ada THL yang datang melakukan finger print namun langsung pulang dan tidak menjalankan tugasnya. Kebiasaan seperti itu dapat menciderai semangat kerja keras dan kerja cerdas seperti yang digaung-gaungkan Pak Walikota serta Wakil Walikota Manado,” jelas Kasat

Lanjutnya, hasil dari sidak yang telah beberapa hari dilaksanakan ini akan dilaporkan kepada Walikota Vicky Lumentut. Ada beberapa temuan juga dari sidak Tim Gempita bersama Pol PP, banyak THL yang tidak disiplin baik dalam kehadiran dan pelaksanaan tugas. “ hal ini menjadi perhatian yang cukup penting, karena kedisiplinan baik di jajaran ASN maupun THL sedang disorot. ,” pungkasnya.

Satpol PP Kota Manado, “KunKer” Ke Kota Kembang

Rombongan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado melakukan Kunjungan Kerja Ke Markas Komando Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung Kamis (22/11/2018) pagi tadi yang berada di Jl. R.A.A Martanegara No.4, Bandung Provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu,Dadang dair SH.MSi selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung yang menerima langsung kunjungan dari pihak Pemerintah Kota Manado itu menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan.
“Selamat datang di Kota Kembang, Semoga dengan adanya Studi Banding ini dapat meningkatkan kualitas satpol pp yang profesional dengan terwujudnya keamanan dan meningkatkatkan keamanan ketertiban pemanfaatan aset daerah”Kata Dadang.

 

 

Kunjungan sekaligus dirangkaikan dengan studi banding tersebut dipimpin langsung oleh KASAT Pol PP Kota Manado Xaverius A.Runtuwene S.IP bersama ke Tujuh Perwira nya. “Kami saling bertukar pikiran Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, tak hanya berkunjung tapi juga bersedia mendengar keluhan dan masukan, khususnya dalam hal menegakan supermasi hukum” ujar Xave.

Lebih lanjut Xave Mengatakan, Dari Hasil Studi ini dirinya berharap Rancangan Perda yang sementara dibahas dapat menjadi Acuan untuk Pemerintah Kota Manado guna Meningkatkan Kualitas SDM dalam Satuan Polisi Pamong Praja guna tercapainya peradaban demokrasi, dan meningkatkan tata kelola pemerintah yang baik”tutup Xave

Rorimpandey bawa sumbangan SATPOL PP ke Palu

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat atau biasa disebut LINMAS, Ventje Rorimpandey bertolak menuju kota palu Kamis 15 November 2018 bersama rombongan Pemerintah Kota Manado.

bersama 10 personel Rorimpandey mengikuti apel gabungan di Kawasan Boboca Pantai malalayang sebelum berangkat menuju kota palu. Dengan membawa nama satpol pp kota manado bersama rombongan,tim membawa sejumlah sembako dan obat obatan yang sudah di bungkus rapi.

sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, Xaverius A Runtuwene mengatakan sumbangan yang dikumpulkan secara spontan itu disatukan bersama dengan bantuan bencana dari beberapa relawan yang sudah dikumpulkan bersama di Pemerintah Kota Manado “Saya mengirim Kepala Bidang LINMAS dan bersama beberapa anggota dengan membawaa bantuan dari Kami,semoga dengan bantuan sembako dan tenaga yang kami kirimkan bisa sedikit meringankan beban mereka pasca bencana lalu”ujar Xave.

Persiapan ke Palu,Pol PP manado “Packing” Sumbangan

Puluhan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado berkumpul di Kantor Walikota Rabu 14 November 2018 sekitar pukul 23.00 Wita.

Setibanya dilokasi,puluhan anggota pol pp tersebut langsung menyiapkan barisan dan mulai berjejer dari atas hingga kebawah tangga “personil kompi anoa yang terlibat dalam kegiatan ini ialah untuk membantu menyiapkan logistik untuk dikirim kepalu nanti”ujar Xave.

Lebih lanjut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado itu mengatakan bahwa akan ikut sertanya personil lain nya menuju kota palu “malam ini kami membantu menyiapkan pasokan sumbangan yang sudah dikumpulkan dari beberapa instansi maupun pemberian dari masyarakat kota manado,besok hari juga akan ikut anggota yang akan mengawal logistik bantuan pemerintah kota manado ini hingga ke kota palu”tutupnya

Puluhan Pelanggar Perda Tak Ikut Sidang, Xave : Silahkan sisanya ke Pengadilan

Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dipimpin oleh hakim Hj.Halima N. S.H M.H dengan Panitera Idrus Pawewang SH menggelar 34 perkara pelanggaran Perda Sampah dan trantib.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Perda Sampah dan Trantib yang rutin digencar oleh Pemerintah Kota Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado kembali digelar Senin (12/11) diwilayah Kecamatan Singkil Pagi Hari Sekitar 07.00 Hingga 14.00 Wita.

 

Kepala Bagian Hukum Setda kota Manado Yanti Putri SH, MH yang memimpin operasi bersama tim gabungan dari Pol pp dan TNI-POLRI, dari 34 orang yang terbukti melanggar, “ Dari hasil operasi tangkap tangan yang digelar hari ini, pelanggaran perda sampah paling sedikit, artinya kesadaran dan kepedulian masyarakat dengan lingkungan yang bersih sehat sudah semakin baik”ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado Xaverius A Runtuwene S.I.P berharap untuk masyarakat tidak menggunakan fasilitas umum (trotoar) sebagai tempat dagangan dan untuk tempat hewan peliharaan lebih diperhatikan, “Walaupun tadi sempat terjadi sedikit gesekan karna ada beberapa masyarakat berkeberatan tidak adanya informasi terlebih dahulu,namun sosialisasi sebelum kegiatan jauh hari kami sudah berikan”ujar Xave

Selaku Pemerintah melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado selalu menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar mentaati peraturan jam buang sampah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, dan untuk warga memperhatikan tempat penataan ternak di tiap tiap lingkungan. “Hanya sekitar 10 warga saja yang mengikuti sidang dilokasi, Sisanya kami berharap untuk masyarakat langsung berhubungan dengan pihak pengadilan untuk mengikuti Tindak Pidana Ringan”Tambahnya.

Sementara itu Camat Singkil Mursid Pangalima SSTP menuturkan, Pemerintah Kecamatan rutin menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan mulai dari lingkungan keluarga masing masing.

“paling banyak ditemui dalam sidang tipiring yang digelar hari ini ialah para pelanggar yang berjualan ditrotoar dan ternak yang berkeliaran, masih kurang nya rasa ingin tahu masyarakat tentang peraturan daerah juga bisa jadi penyebab kurang nya pemahaman, saya berharap untuk lebih intensif lagi berkoordinasi antara satu dengan yang lain nya” tutupnya.

 

Belum Kantongi IMB, Pol PP Hentikan Bangunan RM

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado memberhentikan tempat yang akan dijadikan tempat usaha Rumah Makan Di Kelurahan Kairagi Weru, Jumat 9 November 2017 sekitar 09.00 Wita.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Deddy Nale “Kami hanya meninjau berdasarkan surat masuk tanggal 5 November itu, yang menyatakan bahwa tempat ini belum memiliki IMB”Ujarnya.


Lebih lanjut Nale mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan surat teguran pertama hingga ke dua jika pihak pengelola tidak mengindahkan informasi yang sudah diberikan “kami akan langsung memberikan surat teguran sebanyak 2 kali kepada pemilik yakni Nyonya Lies Pamulia yang berada di lingkungan III Kelurahan Kairagi Weru Kecamatan Paal Dua”Tutupnya.

Usai upacara Sumpah Pemuda,Pol PP Manado Lakukan Penertiban

usai mengikuti upacara 28 oktober 2018 dalam rangka hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan oleh pihak Pemerintah Kota Manado, Senin 29/10/2018 sekitar pukul 07.00 Pagi Hari dihalaman Lapangan Sparta Tikala Kota Manado.

Tim Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado langsung melakukan penertiban yang berada di wilayah Sindulang.
Hal tersebut dipantau langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, Xaverius A.Runtuwene yang mengerahkan

anggota nya menuju lokasi yang sudah mulai semraut itu. “Sindulang sudah mulai banyak yang berjualan, Untuk tenda tenda dari daerah sindulang sampai tumumpa sudah ditertibkan”Ujar Xave.

Pihaknya menambahkan bahwa tim gabungan rutin melaksanakan penjagaan dan pengamanan mulai pagi, siang, sore hingga malam secara bergantian. Sehingga kenyamanan dan keamanan masyarakat, baik pedagang, pembeli maupun pengendara kendaraan tetap terjaga. “Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak hingga kepala lingkungan setempat untuk selalu mengawasi dan memberikan pemahaman agar mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat lain nya,” katanya

Sekda Kota Manado buka Bimtek Pol PP

Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Manado mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan mulai Kamis 25 sampai Sabtu 27 Oktober 2018 bertempat di Hotel Sutan Raja Kabupaten Minahasa.

Pembukaan secara resmi Bimtek ini dilakukan oleh Sekertaris Kota Manado yang baru yakni  Micler Lakat. SH, MH yang juga dihadiri oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP beserta pejabat

struktural dilingkungan Satpol PP dan sejumlah unsur TNI-POLRI.

Bimtek yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap anggota / aparatur Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bukittinggi tentang tugas pokok dan fungsi serta peranan Satpol PP, disamping itu Bimtek ini juga untuk memberikan pemahaman tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Satpol PP dan Cara Bertindak (CB) sesuai dengan Permendagri Nomor 54 Tahun 2011 tentang SOP Satuan Polisi Pamong Praja.

Sementara itu Xaverius A. Runtuwene SIP selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado mengatakan bahwa Bimtek ini diupayakan untuk meningkatkan profesionalisme petugas Satpol PP di lapangan.

“Untuk menuju profesionalisme tersebut minimal ada tiga persyaratan yang harus dimiliki yakni skill atau ketrampilan, kemudian knowledge atau pengetahuan dan attitude atau sikap, apabila seorang petugas Satpol PP yang bertugas dilapangan menerapkan ketiga hal ini baru dapat dikatakan profesional”, ujarnya.

Lanjut Xave mengatakan bahwa pembekalan ini perlu dilakukan karena Satpol PP yang selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat di lapangan dalam bertindak agar sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh Permendagri, dan diharapkan petugas Satpol PP agar lebih humanis dan tidak terkesan arogan di lapangan sesuai dengan tuntutan reformasi, tambahnya.

Sekertaris Kota Manado terpilih Micler Lakat. SH, MH  dalam sambutannya mengatakan, “dengan dimasukkannya urusan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat dalam urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dalam UU Nomor : 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah maka  peran Satpol PP semakin strategis, untuk itu pola sikap dan perilaku harus benar – benar menjadi perhatian Satpol PP dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,  disamping itu Satpol PP harus memiliki unsur – unsur humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas”, ujar Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra itu.

Bimbingan Teknis Bimtek dengan mengusung tema SINERGITAS LINMAS MEMBANGUM TIBUM TRANMAS DI KOTA MANADO itu ditutup oleh Kasat Pol PP Kota Manadoo “dengan Bimtek ini saya berharap dijadikan wahana meningkatkan pengetahuan, serta dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi dalam penegakan Perda disamping dapat membentuk Satpol PP yang professional dan terlatih pada bidangnya sehingga mampu mengimplementasikan pada tugas – tugasnya sebagai aparatur pemerintahan daerah.